![]() |
| Calon presiden dari PDIP, Joko Widodo, melambaikan tangan ke simpatisan. |
Indria Samego, pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), menilai pernyataan Jokowi tersebut merupakan strategi populis menjelang pemilihan presiden pada 9 Juli mendatang.
Strategi tersebut, lanjutnya, diprediksi akan berjalan efektif bila memang pernyataan Jokowi dapat dibuktikan.
"Sebab, bagaimanapun juga, elektabilitas Jokowi dan Prabowo tampaknya tidak jauh berbeda. Karena itu, mereka (PDIP) mencari metode yang paling pas untuk meyakinkan publik."
Konsep Trisakti
Eva Sundari, juru bicara PDIP, menegaskan bahwa sejak awal PDIP dan PKB tidak mengungkit wacana pembagian kekuasaan atau kursi menteri dalam kabinet jika Jokowi terpilih sebagai presiden.PDIP, menurutnya, mengajukan konsep Trisakti yang diusung mantan presiden Soekarno, yakni berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian di bidang budaya.
“Yang kita ajukan platform politik kok. Setuju atau tidak dengan Trisakti? Kalau setuju, mari kita gabung. Begitu cara berpikirnya. Bukan ‘berapa posisi menteri yang bisa saya dapatkan’? Soal itu, wewenang Pak Jokowi. Biar dia yang menentukan nanti,” kata Eva.
Berdasarkan rekapitulasi Komisi Pemilihan Umum, PDIP meraih 18,95% suara. Dengan menggandeng Partai Nasdem (6,72%) dan PKB (9,04%), koalisi tersebut mampu menguasai 34,71% suara atau 43.383.233 suara.
BBC Indonesia
Written by: Bobby Scrable
BIN ONLINE, Updated at: Monday, May 12, 2014

Post a Comment