Headlines News :

Iklan Semua Halaman

Home » » Ekonomi Jabar Kini di Jalur Cepat

Ekonomi Jabar Kini di Jalur Cepat

Written By BIN on Tuesday, 22 March 2016 | Tuesday, March 22, 2016

JABAR INFO - Jawa Barat adalah wilayah yang di masa lalu mengalami persoalan pelik seperti itu. Di masa lalu, aneka solusi diupayakan namun tak banyak perubahan yang tercipta. Kini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mencoba terobosan cepat, yakni membuka berbagai akses ekonomi secara berkelanjutan.

Di periode kedua kepemimpinan Ahmad Heryawan, salah satu solusi yang ditempuh adalah mempercepat pembangunan tol di berbagai ruas dan perbaikan akses jalan di berbagai tempat. Tol dimaksudkan untuk membuka akses baru sehingga muncul sentra-sentra ekonomi baru. Sedangkan perbaikan jalan-jalan di jalur terisolir dimaksudkan untuk meningkatkan produktivitas perekonomian daerah.

Kini sedang dipacu tiga tol baru: tol Cisumdawu (Cileunyi-Sumedang-Dawuan), Cikapali (Cikampek-Palimanan). dan tol Soreang-Pasirkoja (Soroja).  Ketiga tol ini diharapkan bisa dioperasikan akhir 2017, atau awal 2018.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan berharap jika Bandara Internasional Kertajadi selesai  antara 2017 hingga 2018, khususnya tol Cisumdawu dan Cikapali, sebagai penunjang akses ke bandara, harus bisa dioperasikan secara bersamaan.

"Jika bandara sudah selesai, namun tol belum beres akan membuat perkembangan badara kurang maksimal. Rencananya, proyek dua tol tersebut akan terus dikoordinasikan dengan Menteri Perekonomian di akhir tahun ini," papar Gubernur yang disapa Aher itu.

Berbeda dengan proses pembangunan tol Soreang-Pasirkoja (Soroja). Semula tol yang menghubungkan kabupaten dan kota Bandung, diharapkan selesai pada 2015, bertepatan dengan pelaksanaan kegiatan PON XIX 2016 yang juga digelar di Bandung, Jawa Barat.

Namun, karena kendala pembebasan lahan dengan warga yang hingga saat ini belum menemui titik temu, peletakan batu pertama diundur hingga dua hingga tiga tahun ke depan, atau bersamaan dengan kendala teknis pembebasan lahan untuk tol bebas hambatan sepanjang 10,8 kilometer.

Untuk mengefektifkan proses pembangunannya Bupati Bandung Dadang Naser dan  Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, telah mengeluarkan Surat Persetujuan Penetapan Lokasi Pembangunan (SP2LP) sebagai dasar hukum pengadaan lahan untuk pembangunan jalan Tol Soroja.

Proyek tol itu sempat tersendat karena berbagai hal. Proyek Cikapali misalnya, sempat tertunda lantaran terkendala pembebasan lahan di wilayah Subang. Namun, sinergi antara pemerintah dan pengembang berhasil menuntaskan persoalan tersebut hingga kini sudah rampung 100%.

Pendekatan yang dilakukan Pemprov Jabar terhadap masyarakat menyelesaikan cepat kendala itu. Warga di kawasan Desa Padaasih di Subang misalnya, kini terbuka menerima pembangunan tersebut dan merelakan tanah mereka digunakan untuk tol. Bukan karena kesepakatan ganti-rugi yang dicapai, namun yang terpenting warga menyadari bahwa pembangunan tol itu berarti pula membuka akses ekonomi bagi mereka.


Lima Program Pembangunan

Pembangunan infrastruktur seperti jalan tol dipandang Pemprov Jabar merupakan solusi berkelanjutan yang memiliki efek berantai yang positif bagi masyarakat. Selain akan meningkatkan efisiensi biaya transportasi, kehadiran tol mendorong tumbuhnya sentra-sentra ekonomi baru, dan meningkatkan investasi baru yang akan memicu percepatan pembangunan di daerah-daerah di sekitar tol.

Ini sejalan dengan lima program utama yang dicanangkan oleh Gubernur Jabar Ahmad Heryawan sebagai arah pembangunan di masa kepemimpinannya. Lima sasaran utama itu, pertama, peningkatan daya saing masyarakat, pelayanan kesehatan, kemandirian, dan pengokohan ketahanan keluarga. Kedua, memperkuat pembangunan perekonomian perdesaan dan regional, peningkatan kualitas iklim usaha dan investasi, penguatan UMKM serta daya saing usaha.

Ketiga, modernisasi pemerintahan dan peningkatan partisipasi publik. Keempat, peningkatan kualitas infrastruktur strategis dan menciptakan Jabar yang nyaman melalui pembangunan berkelanjutan. Kelima, pengembangan seni-budaya, dan pariwisata dalam bingkai kearifan lokal.

Dengan lima program tersebut, target indikator pembangunan yang dicanangkan Pemprov Jabar bisa tercapai. Antara lain laju pertumbuhan ekonomi hingga mendekati 7% dan laju investasi hingga 16%.

Jika ini tercapai, bukan tidak mungkin jumlah pengangguran berkurang drastis karena tercipta lahan kerja baru yang imbasnya secara langsung pada pengurangan angka kemiskinan secara menyeluruh, dan berkesimbaungan.


Tak Ada Lagi Daerah Terisolir

Selain proyek tol, boleh dibilang ini merupakan prestasi gemilang Pemrov Jabar dalam membuka akses perekonomian. Yakni, pembangunan jalan dan jembatan di jalur selatan Jabar. Tidak berlebihan jika menyebutnya prestasi gemilang. Sebab di masa lalu, jalur ini tergolong terisolir yang sulit ditembus kendaraan besar.

Akses ekonomi nyaris tertutup dan masyarakat praktis hanya mengandalkan hasil laut sebagai basis ekonomi mereka. Sedangkan pertanian, seolah macet karena sulitnya akses untuk mengangkut hasil pertanian.

Kini, persoalan itu terpecahkan ditandai dengan tuntasnya perbaikan dan peningkatan kualitas jalan di kawasan itu, terutama di jalur yang menghubungkan kawasan barat mulai dari Ujung Genteng hingga kawasan timur di Pangandaran.

Bahkan bukan hanya perbaikan, jalur yang tadinya dikenal sebagai jalur rusak kini berubah status menjadi jalan strategis nasional. Strategis bukan hanya untuk Jabar tetapi juga untuk kepentingan nasional.

Jalur strategis nasional itu membentang sepanjang 423 kilometer. Sepanjang 200 kilometer di antaranya dibangun berdasarkan kerjasama Pemerintah Pusat dan dengan Pemprov Jabar. Di jalur tersebut, dibangun pula sebanyak dua jembatan yang merupakan bagian dari 159 jembatan yang dibangun Pemprov Jabar.

Tidak selesai sampai di sana. Berbagai akses terus dibuka menunju selatan. Antara lain membuka jalur horizontal mulai dari Jawa Barat-Banten sampai dengan Jawa Barat-Jawa Tengah.

Tujuannya hanya satu, membuka akses ekonomi seluas mungkin untuk menumbuhkan sentra ekonomi baru. Kini, dengan jalan terbentang mulus, terbuka sudah gerbang menunju Jabar yang lebih sejahtera.


Proyek Tol dan Jalur Strategis

Tak dipungkiri lagi, keberadaan tol di Jawa Barat sangat penting bagi perekonomian masyarakat. Tak hanya bagi warga Jawa Barat, tetapi juga bagi kepentingan nasional. Keberadaan tol Cisumdawu (Cileunyi-Sumedang-Dawuan), misalnya, akan mempermudah akses ke Bandara Internasional Jawa Bara (BIJB) di Kertajati, Majalengka.

Namun demikian, kendala masih menghadang karena pembebasan lahan, terutama di sektor I, ruas Jalur Jatinangor hingga Tanjungsari. Ketika itu muncul persoalannya sederhana, masyarakat sempat menolak besaran ganti rugi, mengingat wilayah strategis itu dianggap memakmurkan secara ekonomi masyarakat sekitar, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengeluarkan solusi terbaik sehingga proyek tersebut bisa terlaksana.

Itulah sebabnya, Ahmad Heryawan merasa perlu untuk mencari terobosan penyelesaian masalah ini. Antara lain dengan meminta kepada Kementerian Pekerjaan Umum agar masalah pembebasan lahan ditangani oleh BUMD Jabar, yakni PT Jasa Sarana. Untuk itu, sekitar akhir September lalu, Ahmad Heryawan mengajukan hal ini kepada Kementerian PU namun keputusannya belum juga keluar.

Sangat beralasan bila Ahmad Heryawan merasa resah dengan persoalan ini. Sebab, keberadaan tol Cisumdawu sangat vital bagi kepentingan Jawa Barat dan nasional. Antara lain mendukung keberadaan Bandara Kertajati yang ditargetkan beroperasi pada 2017.

Ahmad Heryawan merasa yakin, kendala semacam itu bisa diselesaikan. Belajar dari pengalaman proyek tol Cikapali misalnya, pembebasan lahan bisa diselesaikan secara cepat. Proyek tol Cikapali sempat tertunda lantaran terkendala pembebasan lahan di wilayah Subang. Namun, sinergi antara pemerintah dan pengembang berhasil menuntaskan persoalan tersebut hingga kini sudah rampung 100%.
Written by: Bobby Scrable
BIN ONLINE, Updated at: Tuesday, March 22, 2016
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Contact Us | About Us | Dislaimer | Privacy Policy | Pedoman Siber | SiteMap
Copyright © 2014. BIN ONLINE - All Rights Reserved
Created by Navin
Proudly powered by Berita Independent Nasional